DPRD dan Sekretariat, Sejoli Tak Bisa Dipisahkan

0
128
JADI KEBANGGAAN. Ketua DPRD Dr Rukma Setyabudi, Sekretaris DPRD Drs Ign Indra Surya bersam narasumber dan seluruh paduan suara membawa penghargaan dan menjadi kebanggaan.(Foto: Rahmat YW)

DEMAK – Prestasi lebih dari DPRD Jateng sampai mendapatkan penghargaan sebagai penyelenggara Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) juga tidak lepas dari peran sentral Sekretariat. Institusi inilah men-suport segala daya dengan totalitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki untuk tercapainya sistem penyelenggaraan negara sesuai peraturan perundang-undangan.

Penilaian itu dilontarkan dosen Undip Yuwanto PhD saat menjadi pembicara dalam acara Wedangan di Stasiun TVRI Jateng, Rabu (12/12/2012). Menurutnya, konsep Parlemen Modern telah dirintis sejak dua tahun lalu. Peran Sekretariat DPRD sangat total untuk mewujudkan konsep itu.

“Kebetulan saya juga dilibatkan dalam memberikan masukan dalam penyusunan konsep Parlemen Modern. Saya tahu persis totalitas tim dari Sekretariat DPRD,” ucapnya.

Komisioner Komisi Informasi (KI) Jateng Ahmad Zaenal Petir juga berpendapat sama. Antara DPRD dan Sekretariat tidak bisa dipisahkan. Dukungan olah data, penyusunan konsep terkelola dengan rapi dan benar semua juga atas peran pihak sekretariat.

“Kebijakan Pak Rukma (Ketua DPRD) tanpa ada dukungan dari Sekretariat tidak akan sukses seperti ini,” ucapnya yang langsung diamini dengan anggukan kepala Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dalam acara itu.

Sekretaris DPRD Drs Ign Indra Surya menjelaskan secara panjang lebar. Arahan dan petunjuk dari Pimpinan DPRD langsung dijabarkan dan dilaksanakan oleh seluruh pihak sekretariat. Guna mendukung penyusunan LHKPN, pihaknya terlebih dulu membuat seminar TOT Kader Integritas bagi anggota DPRD. Seminar nasional pun perihal Parlemen Modern terlaksana. Dalam acara itu institusi DPRD mendapatkan penghargaan dari CEPP FISIP Universitas Indonesia sebagai inisiator pertama membangun DPRD modern dan terbuka di Indonesia.

“Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Direktur CEPP FISIP UI Chusnul Mariyah pun memberikan apresiasi pada kami,” ucapnya.

Tidak berhenti dalam satu langkah saja. Diselenggarakan lagi bimbingan teknis (bintek) pengisian LHKPN yang dihadiri langsung KPK. Bahkan pihak KPK memberikan apresiasi serta pendampingan langsung dalam pengisian laporan harta kekayaan. Tes urine bebas narkoba bekerja sama dengan BNN Jateng turut dilakukan. Kebijakan tersebut langsung mendapatkan apresiasi dari Mendagri melalui surat resminya yang dilayangkan kepada Gubernur dan Ketua DPRD.  Bunyi suratnya, Mendagri memuji lembaga DPRD yang berani mengambil langkah dan lebih awal serta cepat menerangi darurat narkoba.

“Kami juga membuat aplikasi E-Kedhip Waspada untuk transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pihak Sekretariat DPRD Jateng.  Setelah itu kami juga menyiapkan E-SPT untuk menghindari dua losme penugasan sbagai wujud tertib administrasi,” tutur Indra.

Dengan kiprah itu, setidaknya DPRD Jateng telah mendapatkan tujuh penghargaan lengkap baik di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Bahkan turut menjadi inisiator Forum Temu Kebangsaan dan menghasilkan Deklarasi Purworejo yang isinya menggaungkan persatuan, toleransi, saling menghargai, gotong royong dengan semua lapisan masyarakat tanpa memandang kelompok, agama dan golongan tertentu atau “Unity and Diversity”. Sebagai kesimpulan, lanjut dia, semua penghargaan tersebut dapat mewujudkan dan meningkatkan kapasitas lembaga kedewanan untuk menunjukkan eksistensinya kepada masyarakat yang diwakilinya

Di sela-sela acara Wedangan, paduan suara “Gema Berlian” menyuguhkan lagu “E-Kedhip Waspodo”, “Jateng Gayeng” dan diakhiri oleh suara emas Sugeng Imam dalam menyanyikan lagu “Bila”.  (wartalegislatif/rahmat/priyanto)

128 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY