Isu SARA, Bencana, Stok Pangan, Jadi Fokus Perhatian

0
159
JADI PEMBICARA. Ketua DPRD Jateng menjadi pembicara dalam rakor Forkopimda untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019.(Foto: Setyo Herlambang)

SEMARANG –┬áJelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang sebentar lagi tiba, pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama jajaran yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jateng menggelar rapat koordinasi di Hotel Harris Centra Land, Semarang, Rabu (19/12/2018).

Mengusung tema “Dengan Semangat Keberagaman dan Solidaritas Kita Wujudkan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang Damai dan Kondusif”. Acara tersebut diikuti 350 ASN dan pemangku kepentingan lain.

Hal itu dipaparkan singkat oleh gubernur jateng, ganjar pranowo meminta semua pihak untuk selalu siaga menjaga keamanan dan ketertiban terutama arus mudik balik jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, saat membuka rakor Forkompimda Jateng.

Dia juga mengingatkan untuk menjaga nilai toleransi di tengah maraknya isu SARA, selain itu semua dinas yang terkait dalam penanganan titik rawan kemacetan harus sigap dan tanggap.

“Seperti hari raya besar keagamaan lainnya, tetap memperhatikan segi keamanan dan ketertiban terutama antisipasi kemacetan karena memasuki liburan panjang. Saya sangat mengharapkan semua pihak dinas terkait bersama masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan toleransi perayaan hari besar keagaamaan. Maraknya isu sara juga sangat harus diantisipasi agar keharmonisan tetap terjaga. Semua dinas yang terkait dalam pengawalan arus mudik harus siap siaga, dipersiapkan secara matang demi kenyamanan pengendara” jelas ganjar.

Semua instansi harus siap dalam penanganan termasuk posko untuk para pemudik. Semua dikerahkan termasuk relawan dan pramuka, dinsos dan dinkes harap siapkan tenaga medis, alat2 berat juga stand by bila nanti dibutuhkan.

Turut memberi paparan singkat Ketua DPRD Jateng Dr Rukma Setyabudi lebih menyorot pentingnya sinergi bersama untuk saling menjaga toleransi dalam hari besar keagamaan. Dia menuturkan, pemprov menyediakan semua kebutuhan apa yang diperlukan masyarkat jelang hari natal dan tahun baru.

Sangat diperlukan adalah rasa toleransi antarmasyarakat, agar timbul kenyamanan umat kristiani saat beribadah. Maraknya isu sara semestinya harus bisa makin mempererat kerukunan umat beragama, penangkal hal tersebut bukan hanya pemerintah saja namun semua pihak terlibat.

“DPRD Jateng juga berperan bersama dinas terkait mempersiapkan apa yang diperlukan jelang hari natal dan tahun baru karena memasuki musim libur panjang, semua disiapkan mulai dari kesiapan akses jalan tol hingga persiapan pos pelayanan terpadu” papar legislator F PDI P itu.(wartalegislatif/tyo,ervan/priyanto)

159 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY